PEMBIASAAN
MEMBACA ALQURAN UNTUK MENUMBUHKAN NILAI KARAKTER MELALUI
“AKSI KELAPA”
(Kreativitas, elaborasi,
literasi, aktif, patriot, dan agama)
Oleh
Syarifuddin, SP.,S.Pd.,M.Pd.
CGP SMP Negeri 5 Kempas Kab.Indragiri Hilir Riau
Pendidikan karakter bangsa bukan untuk diajarkan melalui mata pelajaran tersendiri yang berdiri sendiri, tetapi pendidikan karakter bangsa tersebut diberikan oleh semua guru mata pelajaran yang diintegrasikan dalam penyampaian pembelajaran oleh semua guru mata pelajaran. Penerapan pendidikan karakter biasa diwujudkan melalui program pengembangan diri atau kegiatan ekstra, misalnya melalui pembiasaan-pembiaasan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan dari guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Pembiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaaan-kebiasaan yang telah ada. Pembiasaan selain menggunakan perintah, suri teladan, dan pengalaman khusus. Tujuannya agar murid memperoleh sika-sikap dan kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual). Selain itu juga Pembiasaan melakukan hal yang positif pada anak sebagai generasi penerus bangsa dapat membantu supaya anak menjadi insan yang sopan dan santun baik dalam lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pendekatan pembiasaan sesungguhnya sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif ke dalam diri anak, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu pendekatan pembiasaan juga dinilai sangat efisien dalam mengubah kebiasaan negatif menjadi positif.
1. Perencanaan
a. Menyusun rencana program pembiasaan membaca Al-Quran
b. Menyusun jadwal untuk pelaksanaan pembiasaan membaca Al-Quran
2. Pelaksanaan
a. Mendiskusikan kesepakatan pelaksanaan pembiasaan kepada seluruh warga sekolah.
b. Melaksanakan proses pembiasaan membaca Al-Quran pada setiap hari.
c. Mengirimkan hasil pembiasaan membaca Al-Quran melalui rekaman suara di Group WA Pembiasaan sekolah.
3. Refleksi
a. Mengevaluasi hasil pembiasaan membaca Al-Quran pada setiap setiap bulan.
b. Melakukan perbaikan untuk ke selanjutnya.
|
No. |
Tindakan |
Pelaksanaan |
Ket. |
|||
|
Minggu 1 (2-7 des) |
Minggu 2 (9-14 des) |
Minggu 3 (16-21 des) |
Minggu 4 (23-28 des) |
|||
|
1. |
Konsultasi
dan koordinasi dengan Kepala Sekolah dan majelis guru Program Aksi Nyata 1. |
|
|
|
|
|
|
2. |
Mensosialisasikan
program Aksi Nyata 1 (Pembiasaan membaca Al-Quran) dengan murid dan orang tua
/wali murid |
|
|
|
|
|
|
3. |
Proses
pelaksanaan Aksi Nyata 1 yaitu pembiasaan membaca Al-Quran sebelum
pembelajaran dimulai. |
|
|
|
|
|
|
4. |
Konsolidasi
dan evaluasi dengan majelis guru tentang pelaksanaan Aksi Nyata 1. |
|
|
|
|
|
|
5. |
Persiapan
laporan aksi nyata 1 |
|
|
|
|
|
Al-Quran telah melakukan proses penting dalam pendidikan manusia sejak diturunkannya wahyu pertama ayat dalam surat Al-Alaq yang mengajak seluruh umat manusia untuk meraih ilmu pengetahuan melalui pendidikan membaca. Pakar pendidikan mengatakan bahwa kegagalan penanaman karakter sejak dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. Tujuan di adakannya pembiasaan ini untuk meningkatan kualitas murid dalam membaca Al-Quran serta dengan di adakannya program ini semoga bisa membentuk karakter murid yang bukan hanya unggul dalam segi kuantitas namun unggul juga dalam segi kualitas. Sebagai seorang muslim yakin bahwa Allah SWT pasti akan melipat gandakan pahala bagi orang-orang yang membaca Al-Quran dan selain itu juga diperintahkan untuk memperhatikan, mengamalkan, mematuhi adab serta mencurahkan segenap tenaga untuk memuliakan isi kandungannya.
Pembiasaan membaca Al-Quran di sekolah dinilai efektif sebagai langkah pertama untuk berinteraksi dengan Al-Quran sebelum akhirnya memahami maknanya. Oleh karena itu sekolah membuat program pembiasaan dengan menerapkan membaca Al-Quran di pagi hari sebelum jam pembelajaran. Menurut Mulyasa (2016:169) menjelaskan beberapa indikator pembiasaan adalah :
a. Rutin, adalah pembiasaan yang dilakukan secara terjadwal.
b. Spontan, adalah pembiasaan tidak terjadwal dalam kejadian khusus
c. Keteladanan, adalah pembiasaan dalam bentuk perilaku sehari-hari.
Dengan adanya pembiasaan, murid dapat melaksanakan berbagai nilai-nilai karakter secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat yang diharapkan dari adanya pembiasaan murid khususnya membaca Al-Quran adalah dimana siswa ketika terjun langsung di masyarakat selalu diunggulkan dan diharapkan oleh masyarakat. Seperti, menjadi imam di masjid dan menjadi qori kegiatan keagamaan di daerah masing-masing. Contoh perilaku tersebut adalah efek dari sekolah mengadakan sebuah pembiasaan secara rutin yang nantinya secara perlahan akan menjadi rutinitas murid.
Demi tercapainya tujuan dari implementasi membaca alquran, maka program pembiasaan ini memerlukan struktur kepanitian. Kepala sekolah sebagai Pembina yang bertugas memberikan dukungan dan dorongan kepada program pembiasaan agar murid dapat melakukan program pembiasaan.. Guru agama bertugas sebagai koordinator, mengatur semua proses pelaksanaan sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Guru agama membuat jadwal pelaksanaan program, mulai dari waktu pelaksanaan hingga evaluasi pelaksanaan program membaca al-Quran. Kondisi pandemi sangat mempengaruhi laporan pembiasaan kegiatan ini dengan berkaitan dengan jaringan HP murid pada saat mengirim rekamannya sehingga rekamannya dapat terkirim setelah mereka memiliki jaringan yang baik pada daerahnya tersebut. Mengatasi masalah itu maka pengiriman rekaman boleh dilakukan setelah pembelajaran atau pada saat ada jariangan pada HP nya tersebut. Setelah murid telah melakukan rutinitas membaca Al-Quran maka kegiatan tersebut dapat kita lanjutkan dengan menghapal dimulai dari juz amma untuk setiap murid.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar