Pada literatur buku BSE Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTS Kelas VII (Penulis : Wasis dan Sugeng Yuli Irianto), ciri makhluk hidup ada 8 yaitu : bernapas (respirasi), memerlukan makanan atau nutrisi, bergerak, peka terhadap rangsangan (iritabilitas), adaptasi, berkembangbiak (reproduksi), tumbuh dan berkembang, dan mengeluarkan zat sisa (ekskresi). Berikut ini merupakan penjelasan ciri-ciri makhluk hidup secara lengkap :
Pernapasan pada hakekatnya adalah
proses pelepasan energi dan zat makanan. Pada hewan dan tumbuhan, proses
pernapasan memerlukan oksigen dan mengeluarkan zat sisa pernapasan berupa
karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Oksigen berperan
sebagai pembakar zat makanan.
Proses pembakaran zat makanan yang
terjadi di dalam sel disebut oksidasi biologi. Reaksi
pernapasan:
C6H2O6
+ 6O2
→ Energi + 6CO2
+ 6 H20
glukosa oksigen karbondiosida air
Beberapa alat pernapasan pada makhluk hidup antara lain :
a. Paru-paru,
terdapat pada mamalia, reptilia, amfibi, dan aves;
b. Kulit, terdapat
pada cacing;
c. Insang,
terdapat pada ikan;
d.
Sistem trakea, terdapat pada serangga;
e. Permukaan
tubuh, terdapat pada protozoa (hewan bersel satu);
f. Stomata dan lentisel, terdapat pada tumbuhan hijau.
2. Memerlukan Makanan atau nutrisi
Zat makanan dalam tubuh makhluk hidup
digunakan untuk kegiatan hidupnya, membangun sel-sel, dan mengganti sel-sel
yang rusak.
Pada masa embrio, zat makanan didapat dari tubuh induk atau dari cadangan
makanan, baik yang terdapat di dalam biji maupun telur. Embrio manusia mendapat
makanan dari tubuh ibunya melalui plasenta. Embrio ayam mendapat makanan dari
kuning telur dan putih telur, sedangkan embrio tumbuhan mendapat makanan dari
endosperma (keping biji). Setelah dewasa makhluk hidup mengambil makanan dari
lingkungannya.
Manusia dan hewan tidak dapat menyusun
zat makanan, sehingga mengambil makanan yang sudah jadi berupa tumbuhan atau
hewan lain. Manusia dan hewan mencerna makanan dan selanjutnya zat makanan
diedarkan darah ke sel-sel tubuh yang memerlukan. Zat makanan mengandung energi
yang dibutuhkan oleh sel. Melalui reaksi oksidasi biologi dengan menggunakan
oksigen, energi tersebut dilepaskan dari zat makanan.
Tumbuhan menyerap air dan mineral dari dalam tanah lalu dibawa ke daun.
Di daun mineral dan air tersebut direaksikan dengan karbondioksida dan disusun
menjadi zat makanan yang dapat menghasilkan energi. Jamur menyerap sari
makanan dari dalam tanah, oleh karena itu cara makan jamur adalah absorpsi.
Jamur mengeluarkan enzim ke lingkungan sekitarnya kemudian makanan dicerna
menggunakan enzim tersebut, selanjutnya sarinya diserap melalui membran sel.
Ada beberapa buku BSE SMP (diantaranya oleh Zaipudin dkk) tertulis bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah
makan. Konsep ini salah,
karena ternyata realita menunjukkan tidak semua makhluk hidup makan. Kecuali
beberapa jenis tumbuhan misalnya Venus Flytrap (Dionea muscipula),
Tumbuhan kincir air (Aldrovanda vesiculosa), drosera, dan kantung semar (Nepenthes), pada umumnya tumbuhan merupakan
contoh makhluk hidup yang tidak melakukan
proses “makan”, yaitu mengambil makanan dari lingkungannya. Ciri makanan adalah berupa zat organik, mengandung energi, dan
bermanfaat bagi tubuh. Tumbuhan memang menyerap zat dari dalam tanah yaitu
berupa air dan garam-garam mineral. Air dan mineral bukan makanan, karena tidak
memenuhi kriteria ciri makanan tadi.
Penjelasan yang benar adalah : Ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Semua makhluk hidup memerlukan makanan termasuk tumbuhan, hanya saja cara pemenuhannya berbeda. Pada manusia, hewan dan jamur dilakukan melalui proses makan, tetapi pada tumbuhan dilakukan dengan cara membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya.
3. Bergerak
Bergerak adalah
merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini
disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Ada dua
macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak
berpindah dari kedudukannya misalnya dengan kaki, sayap, atau sirip. Gerak
pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan.
Contoh gerak pada tumbuhan
adalah :
a. Nasti, adalah
gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi arah datangnya rangsang.
Misalnya, gerak menutup pada daun putri malu karena disentuh.
b. Tropisme,
adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi arah datangnya rangsang.
Misalnya, geotropisme, yaitu gerak akar ke arah pusat bumi.
c. Taksis, adalah gerak seluruh tubuh atau sel yang berpindah tempat karena rangsang tertentu. Contohnya Euglena bergerak ke arah cahaya.
4. Peka Terhadap Rangsangan (iritabilitas)
Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan
terhadap rangsang (iritabilitas). Hal ini
dapat ditunjukkan sebagai berikut:
a.
Pada tumbuhan, daun putri malu bila
diberi rangsang goyangan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.
b.
Pada hewan, misalnya ayam berkokok ketika fajar akan menyingsing.
c.
Manusia jika diberi bau yang menyengat akan
menanggapi rangsang, misalnya dengan
bersin.
Adaptasi adalah
kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk
mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
a.
Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian
diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang mempunyai kuku yang
tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk
memperluas bidang penguapan.
b.
Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian
diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Manusia
menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering
, tetapi urinenya kental
c.
Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian
diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh: Bunglon mengubah warna
tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.
Berkembangbiak adalah memperbanyak diri
untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Cara berkembangbiak sebagai
berikut :
a.
Secara
kawin/generatif, yaitu perbanyakan individu yang didahului oleh adanya
peleburan dua sel kelamin (jantan dengan betina, positif dengan negatif, A dengan
a, dan
seterusnya) Bila tidak ada
peleburan meskipun menggunakan sel kelamin bukanlah perkembangbiakan generatif.
b.
Secara tak
kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan
sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh. Parthenogenesis adalah perkembangbiakan vegetatif,
karena hanya menggunakan sel telur yang tanpa dibuahi tumbuh menjadi individu
dewasa.
7. Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh adalah
bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible. Berkembang
adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan
lingkungan.
8. Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)
Ekskresi adalah proses
pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain
menghasilkan energi, tubuh organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus
dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan
membahayakan tubuh. Contoh: Manusia mengeluarkan karbondioksida melalui
paru–paru, ikan mengeluarkan karbondioksida melalui insang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar