Kamis, 18 Juni 2020

Materi Ciri-ciri Makhluk Hidup

Pada literatur buku BSE Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP dan MTS Kelas VII (Penulis : Wasis dan Sugeng Yuli Irianto), ciri makhluk hidup ada 8 yaitu : bernapas (respirasi), memerlukan makanan atau nutrisi, bergerak, peka terhadap rangsangan (iritabilitas), adaptasi, berkembangbiak (reproduksi), tumbuh dan berkembang, dan mengeluarkan zat sisa (ekskresi). Berikut ini merupakan penjelasan ciri-ciri makhluk hidup secara lengkap :

 1.      Bernapas (respirasi)

Pernapasan pada hakekatnya adalah proses pelepasan energi dan zat makanan. Pada hewan dan tumbuhan, proses pernapasan memerlukan oksigen dan mengeluarkan zat sisa pernapasan berupa karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Oksigen berperan sebagai pembakar zat makanan.

Proses pembakaran zat makanan yang terjadi di dalam sel disebut oksidasi biologi. Reaksi pernapasan:

C6H2O6       +    6O2           Energi      +     6CO2               +          6 H20
glukosa            oksigen           
                        karbondiosida                         air
Beberapa alat pernapasan pada makhluk hidup antara lain :

a.       Paru-paru, terdapat pada mamalia, reptilia, amfibi, dan aves;

b.      Kulit, terdapat pada cacing;

c.       Insang, terdapat pada ikan;

d.      Sistem trakea, terdapat pada serangga;

e.       Permukaan tubuh, terdapat pada protozoa (hewan bersel satu);

f.       Stomata dan lentisel, terdapat pada tumbuhan hijau.

 2.      Memerlukan Makanan atau nutrisi

Zat makanan dalam tubuh makhluk hidup digunakan untuk kegiatan hidupnya, membangun sel-sel, dan mengganti sel-sel yang rusak.
Pada masa embrio, zat makanan didapat dari tubuh induk atau dari cadangan makanan, baik yang terdapat di dalam biji maupun telur. Embrio manusia mendapat makanan dari tubuh ibunya melalui plasenta. Embrio ayam mendapat makanan dari kuning telur dan putih telur, sedangkan embrio tumbuhan mendapat makanan dari endosperma (keping biji). Setelah dewasa makhluk hidup mengambil makanan dari lingkungannya.

Manusia dan hewan tidak dapat menyusun zat makanan, sehingga mengambil makanan yang sudah jadi berupa tumbuhan atau hewan lain. Manusia dan hewan mencerna makanan dan selanjutnya zat makanan diedarkan darah ke sel-sel tubuh yang memerlukan. Zat makanan mengandung energi yang dibutuhkan oleh sel. Melalui reaksi oksidasi biologi dengan menggunakan oksigen, energi tersebut dilepaskan dari zat makanan.

Tumbuhan menyerap air dan mineral dari dalam tanah lalu dibawa ke daun. Di daun mineral dan air tersebut direaksikan dengan karbondioksida dan disusun menjadi zat makanan yang dapat menghasilkan energi. Jamur  menyerap sari makanan dari dalam tanah, oleh karena itu cara makan jamur adalah absorpsi. Jamur mengeluarkan enzim ke lingkungan sekitarnya kemudian makanan dicerna menggunakan enzim tersebut, selanjutnya sarinya diserap melalui membran sel.

Ada beberapa buku BSE SMP (diantaranya oleh Zaipudin dkk) tertulis bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah makan. Konsep ini salah, karena ternyata realita menunjukkan tidak semua makhluk hidup makan. Kecuali beberapa jenis tumbuhan misalnya Venus Flytrap (Dionea muscipula), Tumbuhan kincir air (Aldrovanda vesiculosa), drosera, dan kantung semar (Nepenthes), pada umumnya tumbuhan merupakan contoh makhluk hidup yang tidak melakukan proses “makan, yaitu mengambil makanan dari lingkungannya. Ciri makanan adalah berupa zat organik, mengandung energi, dan bermanfaat bagi tubuh. Tumbuhan memang menyerap zat dari dalam tanah yaitu berupa air dan garam-garam mineral. Air dan mineral bukan makanan, karena tidak memenuhi kriteria ciri makanan tadi.

Penjelasan yang benar adalah : Ciri makhluk hidup adalah memerlukan makanan. Semua makhluk hidup memerlukan makanan termasuk tumbuhan, hanya saja cara pemenuhannya berbeda. Pada manusia, hewan dan jamur dilakukan melalui proses makan, tetapi pada tumbuhan dilakukan dengan cara membuat makanan sendiri di dalam tubuhnya.

3.      Bergerak

Bergerak adalah merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Ada dua macam gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah dari kedudukannya misalnya dengan kaki, sayap, atau sirip. Gerak pasif misalnya ditunjukkan oleh tumbuhan.

Contoh gerak pada tumbuhan adalah :

a.    Nasti, adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi arah datangnya rangsang. Misalnya, gerak menutup pada daun putri malu karena disentuh.

b.    Tropisme, adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi arah datangnya rangsang. Misalnya, geotropisme, yaitu gerak akar ke arah pusat bumi.

c.    Taksis, adalah gerak seluruh tubuh atau sel yang berpindah tempat karena rangsang tertentu. Contohnya Euglena bergerak ke arah cahaya.

 

4.      Peka Terhadap Rangsangan (iritabilitas)

Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas). Hal ini dapat ditunjukkan sebagai berikut: 

a.         Pada tumbuhan, daun putri malu bila diberi rangsang goyangan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.

b.        Pada hewan, misalnya ayam berkokok ketika fajar akan menyingsing.

c.         Manusia jika diberi bau yang menyengat akan menanggapi rangsang, misalnya dengan bersin.

 5.      Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:

a.         Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.

b.         Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental

c.          Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.

 6.      Berkembangbiak (reproduksi)

Berkembangbiak adalah memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Cara berkembangbiak sebagai berikut :

a.        Secara kawin/generatif, yaitu perbanyakan individu yang didahului  oleh adanya peleburan dua sel kelamin (jantan dengan betina, positif dengan negatif, A dengan a, dan seterusnya)  Bila tidak ada peleburan meskipun menggunakan sel kelamin bukanlah perkembangbiakan generatif.

b.        Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh. Parthenogenesis adalah perkembangbiakan vegetatif, karena hanya menggunakan sel telur yang tanpa dibuahi tumbuh menjadi individu dewasa.

 

7.      Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible. Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.

 

8.      Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)

Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh. Contoh: Manusia mengeluarkan karbondioksida melalui paru–paru, ikan mengeluarkan karbondioksida melalui insang.

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar